self acceptance (i)
I'm a girl
Yang pengen banget nangis ketika rencana ngga berjalan sebagai mana mestinya
Yang pengen banget ngedatengin orangnya dan making things clear kalau ada yang ngga jelas di antara kita immediately
Yang pengen banget ngebelah diri jadi beberapa manusia utuh ketika semua orang mulai manggilin untuk ngerjain hal lain padahal diri sendiri udah tau ada deadline yang nunggu
Yang rasanya malu, sakit, sedih ketika ngecewain orang lain, kerjaannya ngga sesuai planning, atau ngelakuin kesalahan
Yang rasanya dongkol banget ketika ngerasa bersalah whether or not it's my fault
Maybe this happens to lots of people.
Maybe we're all just the same.
Maybe some of us say we need a break from the world for awhile.
Using prayer
Using yoga or casual sports
Using hobby to bring the passion back
Using sleep to relax
And so on
Maybe some of us say take a deep breath, and continue the path
Maybe, I'm on the last sentence team.
I'm actually feeling tired constantly
That's why I always have a me time by relaxing on my bed as people call "rebahan" bahkan sampai semua teman memberikan label seolah saya orang paling suka tidur dan paling santai (di sekolah maupun pekerjaan)
It's just my way of saying bodo amat
Bodo amat dengan semua yang sudah terjadi hari ini, yang membuat saya kurang bahagia, atau cukup bahagia
Bodo amat saya tau saya punya banyak sekali pekerjaan yang belum selesai dan saya tau tidak mungkin semua selesai dalam sehari
Bodo amat saya tau saya menginginkan banyak hal tapi saya tidak tau apakah resource yang saya gunakan akan worth the prize
I am saying alhamdulillah in all my prayers
I know what it means in my native language
But, apakah rasa terima kasih itu sudah tulus dari dalam hati?
Actually, I never feel enough
Selalu, selalu, selalu
Saya berpikir bahwa hidup mestinya bukan hanya menjalani
Hidup bukan hanya siklus lahir, achieving kemampuan jalan,bicara, lari, sekolah, kerja, nikah, punya anak, menua, mati
Hidup mestinya lebih dari itu
Tapi lebih macam apa yang saya cari?
Lebih siap untuk afterlife?
Lebih bermanfaat bagi sekitar?
Lebih bahagia dengan apapun yang ada?
Kelebihan ini yang masih saya cari hingga saat ini
Saya mencoba melakukan self acceptance, tapi ternyata itu masih sebuah konsep buat saya, metode yang sudah dituliskan semua orang rasanya menguap saja
Secara spiritual maupun fisikal, rasanya seperti ada sebuah hal yang perlu digali
Karena setiap saya mencoba sebuah metode, tidak akan bertahan lama
Lubang pertanyaan, "lebih itu apa", selalu muncul lagi
Sampai jumpa di self acceptance berikutnya, post ini akan menjadi rekaman perjalanan saya menuju kesana ☺️
Terima kasih sudah menjadi teman berbagi
Komentar
Posting Komentar