Nggak Ada yang Ngertiin Aku... Masa?


"nggak ada yang ngertiin aku..."
Status yang sering nangkring di timeline FB. -____-
Yang sering nulis status begituan rata-rata ya ABG. Well, permasalahannya biasanya menyangkut psikologis. Betul? Yang dimaksud nggak bisa ngertiin sebenernya berawal dari satu orang, siapa? Pacarlah, temenlah, saudaralah, orang tualah, siapa gitulah. Lama-lama mood yang udah dirusak sama satu orang itu nyebar ke otaknya, ngeganggu pola pikir, akhirnya nulis status macam di atas sambil beranggapan bahwa orang-orang sekitar nggak peduli dan nggak mau ngertiin dia.

Bentar-bentar. Ini bukan bermaksud sotoy, cuma share. Oke, readers sebelum lanjut aku mau ngomong dulu kalo aku nulis beginian atas dasar satu : Aku juga pernah mengalami hal semacam ini, dua : Aku tau ada banyak orang yang pernah ngalamin begini (fakta=status FB)

Oke, first. Tolong readers berpikir positif. Bagi yang lagi bad mood tenangin dulu diri kamu. Bagi yang ada marah, dengki, dendam, lupain dulu orang yang kamu nggak suka (sekalipun orang itu adalah writer sendiri). Konsen ke pikiran dan perasaan.

Well, awal mulanya adalah karena suatu keinginan yang belum terpenuhi. *Dimohon untuk tidak berontak terlebih dahulu. Keinginan bisa berbentuk nyata dan abstrak. Keinginan nyata bisa berupa keinginan untuk memiliki barang atau benda tertentu. Keinginan abstrak, nah ini lah yang lebih sering menyebabkan bad mood, sebagai contoh keinginan akan perhatian dan kasih sayang. Karena yang abstrak adalah yang lebih sering menyebabkan fenomena nulis status 'nggak ada yang ngertiin aku' maka aku coba bahas yang ini aja. Boleh ya?

Perhatian adalah suatu hal yang sangat simple sebenarnya. Mulai dari cuma ngelirik sampe 100% ngelihat kita ngomong sampe nyambung sam aomongan kita, semua bisa dijadikan suatu bentuk perhatian.

Satu contoh ketika kita ngomong atau curhat ke temen dan temen kamu nggak ngelihat ke arah kamu meski dia bilang dia dengerin. Pasti ada rasa nggak suka atas sikapnya kan? Menurut kamu masalah ini perlu diceritain dan didengerin oleh orang yang cocok, semacam teman kamu yang satu ini. Tapi kenapa dia nggak bisa ngerti kalau kamu lagi butuh didengerin dan diperhatiin? Dan ketika ditanya ternyata temen kamu juga nggak seberapa nyambung karena dia nggak 100% memperhatikan kamu. Kamu ngerasa nggak ada gunanya ngomong sama dia lagi sehingga kamu pergi gitu aja. Well, udah satu sebab.

Kemudian di dalam ke-Bad Mood-an kamu deket-deket sama temen yang lain. Buat mengusir keheningan kamu tanya, ”Ini jam pelajaran apa sih?” satu, dua, tiga, empat, lima detik. Dia nggak jawab. “Woy, Sin (atau siapapun namanya).” “Hm? Apa?” ternyata dia tadi nggak perhatiin kamu. Okay, kamu udah males berurusan dengan dia. Kamu pun bilang “Nggak papa.” Males ngomong untuk kedua kalinya.

Pulang sekolah di rumah udah males karena para mood breakers di sekolah, sehingga kamu putuskan untuk duduk dulu di kursi ruang TV sambil leyeh-leyeh. Ternyata orang tua berkehendak lain. Dari dapur ibu udah teriak-teriak, “Mbak (atau Mas), cepet mandi. Udah sore nih. Terus makan! Biar fresh habis pulang sekolah.” Okay, teriakan barusan masih dalam volume normal dan intonasi yang halus.
Delapan belas, Sembilan belas, dua puluh. “Udah sore ini lho! Cepetan mandi, Sin.” Volume lebih keras, intonasi mulai agak berbeda, memanggil menggunakan nama panggilan.
Dua menit. Ibu datang dari dapur ke ruang keluarga, “Udah dibilangin cepet mandi juga. Mandi enggak, makan juga enggak. Nanti kalau sakit ayah ibu juga yang repot. Wrwrwrwr… (dan kicauan seterusnya)”

Okay, udah males ngedengerin karena volume keras dalam jarak dekat ditambah intonasi cukup kasar. Karena nggak cukup energy mau jawab nggak kuat, karena nggak mood omelan ibunda tercinta malah bikin emosi. Kalo cowok jadi uring-uringan, kalo cewek jadi uring-uringan + pengen nangis saking dongkolnya. Pergi ke kamar, buka Hp, tulis status.

Ilustrasi diatas cukup rasanya buat ngejelasin lanjutan nulis status nggak ada yang ngertiin aku.
Okay, now. What’s actually happening?

suara hati --> Semua orang lagi pengen cari masalah sama aku. Kenapa sih? Nggak ngerti kalo aku lagi banyak masalah dan butuh dingertiin? Nggak temen, nggak orang tua sama aja. Nggak ngerti perasaan orang. 
Aku, aku, dan aku. Disini pusatnya adalah aku. Mohon tidak berontak. Calm down and think. Bagaimana kalau kalimat di atas dibalik?

Aku lagi perngen cari masalah sama semua orang. Kenapa sih? Nggak ngerti kalo orang-orang juga lagi banyak masalah dan butuh dingertiin? (tanyakan pada diri sendiri, pikir, coba dirasa)

Asumsikan bahwa teman yang tadi ingin kamu curhatin (contoh: lagi browsing) lagi cari artikel buat ngerjain tugas atau cuma buat refreshing. Kalau dia ketawa-tawa, jangan pikir dia cuma iseng seneng-seneng ketika kamu sedang merasa tersiksa. Kalo ternyata dia juga lagi ada masalah dan coba diatasi pake jokes atau artikel-artikel di internet gimana?

Dan temen satunya, mungkin dia lagi ngerjain tugas atau malah diem aja nggak ngapa-ngapain. Kalau dia lagi ngerjain tugas? Sekolah adalah tempat untuk belajar. Jalinan kekeluargaan dan pertemanan adalah hal sekunder dalam sekolah, intinya tetep belajar. Jadi mohon untuk tidak mempermasalahkan teman yang macam ini karena dia memang benar. Kalau dia lagi diem aja? Mungkin otaknya sedang berkerja keras, berpikir untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dia hadapi?

Ibu? Tahukan kamu apa yang dialami ibumu seharian ketika kamu tidak di rumah? Mungkin hanya melakukan pekerjaan rumah tangga. Tapi tak pantas rasanya kalau meletakkan ‘hanya’ di kalimat itu. Karena kalau dipikir lebih dalam, pekerjaan rumah tangga itu bukan hal mudah. Setiap menit ada saja yang harus dikerjakan. Jadi kalau ibu sampai marah-marah atau teriak, itu wajar. Lagi pula alasannya, baik. Ibu ingin kita kembali fresh setelah mengalami berbagai hal di sekolah. Berawal dari fisik ya... Kalau kamu sudah mandi, pasti seger. Meski sulit mengawali guyuran air pertama, coba rasakan manfaat setelah mandi. Dingin namun tidak menyakitkan, jadilah fresh. Udah makan, kenyang. Berarti udah siap beraktivitas di rumah. Kalau mau leyeh-leyeh atau istirahat, kenapa dilarang? Selain dua hal mandi makan, yang penting kewajiban yang menjadi tanggung jawab kamu diselesaikan dulu. Sehingga, mau istirahat pikiran juga lebih plong karena udah bebas dari tanggungan.

Jadi pada intinya, perlu adanya tepa slira atau menempatkan kita dalam posisi orang lain. Coba asumsikan apa yang mungkin sedang dirasakan atau dipikirkan orang lain. Kalau ada kebutuhan curhat, lihat kondisi teman. Apabila memang dia tidak terlihat terlalu sibuk. Coba rebut perhatiannya dengan menggunakan hal yang tidak biasa, contohnya kalau biasa berkata kasar coba panggil secara halus, dan sebaliknya. Mungkin sejenis, “Sin… Sin… (halus)” pastikan sampai 100% dia memandang kamu. Kalau masih setengah-setengah to the point aja “Mau curhat, penting. Udah bingung nih, butuh kamu banget.” Kalimat terakhir InsyaAllah bisa memberikan sebuah persuasi yang lumayan. Kalau dia beneran peduli, dia akan mengalihkan pandangan ke kamu, memutar badan biar dekat kamu, terus ngasih kesempatan ngomong.
Ada kalanya kalau temen dalam kondisi bener-bener nggak mau diganggu. Di saat seperti ini, kalau masalah kamu memang urgent banget coba atasi dulu sendiri tanpa tergantung pada orang lain. Kalau nggak bisa, dan bener-bener harus cerita ke temen, duduk aja disebelahnya agak lama. Cari celah kapan dia bosen dengan aktivitas barusan. Mungkin dia akan memulai ngajak kamu ngomong. Saat itu, coba manfaatkan peluang untuk cerita sedikit biar dia agak tertarik untuk ngedengerin curhatan kamu.
Kalau dia udah tertarik, bisa deh cerita panjang lebar. And in addition, kalau temen kamu tadi emang ada masalah kenapa nggak kamu coba bantu dia? Ngebikin orang bahagia itu juga ngebuat diri sendiri jadi bahagia kan? Meski masalah kamu nggak terselesaikan secara 100% mungkin ngebantuin temen udah bisa ngobatin barang cuma 5%.

Okay. Jadi, please ya… status “Nggak ada yang ngertiin aku” itu salah banget. Kamu mau dingertiin? Ngertiin orang ya… Dan lagi, kalau kamu emang mungkin sulit dimengerti (entah cara ngomong atau sikap ataupun sifat) usaha kamu untuk membuat orang ngerti kamu itu juga dibutuhkan. Kalau emang beneran pengen dingertiin loh ya, ini saran-saranku. Sorry and thanks for reading this long post ^^

Komentar

Postingan Populer